Surat Al-Waqiah adalah surat ke-56 dalam Al-Qur'an, termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Makkah), terdiri dari 96 ayat. Nama Al-Waqiah (الواقعة) berarti "Hari Kiamat" atau "Peristiwa yang Pasti Terjadi", diambil dari kata pertama surat ini.
Surat Al-Waqiah membahas tentang peristiwa hari kiamat, pembagian manusia menjadi tiga golongan (golongan kanan, golongan kiri, dan orang-orang yang paling dahulu beriman), balasan bagi masing-masing golongan, serta bukti-bukti kekuasaan Allah dalam penciptaan alam semesta.
Keistimewaan Surat Al-Waqiah
Surat Al-Waqiah dikenal sebagai surat yang sangat dianjurkan untuk dibaca secara rutin, khususnya setiap malam sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda dalam berbagai riwayat hadits bahwa membaca surat ini secara istiqamah dapat menjadi sebab terhindar dari kefakiran. Surat ini juga dikenal sebagai "surat kekayaan" di kalangan umat Islam.
Teks Lengkap Surat Al-Waqiah
Ayat 1–10: Peristiwa Hari Kiamat dan Tiga Golongan Manusia
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Ayat 1
اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ
idzâ waqa'atil-wâqi'ah
Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),
Ayat 2
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌۘ
laisa liwaq'atihâ kâdzibah
tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.
Ayat 3
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
khâfidlatur râfi'ah
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
Ayat 4
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
idzâ rujjatil-ardlu rajjâ
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya
Ayat 5
وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ
wa bussatil-jibâlu bassâ
dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,
Ayat 6
فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ
fa kânat habâ'am mumbatstsâ
jadilah ia debu yang beterbangan.
Ayat 7
وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةًۗ
wa kuntum azwâjan tsalâtsah
Kamu menjadi tiga golongan,
Ayat 8
فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ
fa ash-ḫâbul-maimanati mâ ash-ḫâbul-maimanah
yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu
Ayat 9
وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِۗ
wa ash-ḫâbul-masy'amati mâ ash-ḫâbul-masy'amah
dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Ayat 10
وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ
was-sâbiqûnas-sâbiqûn
Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
Ayat 11–26: Balasan bagi Golongan yang Didekatkan (As-Sabiqun)
Ayat 11
اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ
ulâ'ikal-muqarrabûn
Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).
Ayat 12
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
fî jannâtin-na'îm
(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.
Ayat 13
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
tsullatum minal-awwalîn
(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
Ayat 14
وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
wa qalîlum minal-âkhirîn
dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.
Ayat 15
عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ
'alâ sururim maudlûnah
(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata
Ayat 16
مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ
muttaki'îna 'alaihâ mutaqâbilîn
seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.
Ayat 17
يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ
yathûfu 'alaihim wildânum mukhalladûn
Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda
Ayat 18
بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ
bi'akwâbiw wa abârîqa wa ka'sim mim ma'în
dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.
Ayat 19
لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ
lâ yushadda'ûna 'an-hâ wa lâ yunzifûn
Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.
Ayat 20
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ
wa fâkihatim mimmâ yatakhayyarûn
(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih
Ayat 21
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ
wa laḫmi thairim mimmâ yasytahûn
dan daging burung yang mereka sukai.
Ayat 22
وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ
wa ḫûrun 'în
Ada bidadari yang bermata indah
Ayat 23
كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ
ka'amtsâlil-lu'lu'il-maknûn
laksana mutiara yang tersimpan dengan baik
Ayat 24
جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
jazâ'am bimâ kânû ya'malûn
sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.
Ayat 25
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ
lâ yasma'ûna fîhâ laghwaw wa lâ ta'tsîmâ
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,
Ayat 26
اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا
illâ qîlan salâman salâmâ
kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, "Salam… salam."
Ayat 27–40: Balasan bagi Golongan Kanan (Ashabul Yamin)
Ayat 27
وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ
wa ash-ḫâbul-yamîni mâ ash-ḫâbul-yamîn
Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
Ayat 28
فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ
fî sidrim makhdlûd
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
Ayat 29
وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ
wa thal-ḫim mandlûd
pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,
Ayat 30
وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ
wa dhillim mamdûd
naungan yang terbentang luas,
Ayat 31
وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ
wa mâ'im maskûb
air yang tercurah,
Ayat 32
وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ
wa fâkihating katsîrah
buah-buahan yang banyak
Ayat 33
لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ
lâ maqthû'atiw wa lâ mamnû'ah
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,
Ayat 34
وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ
wa furusyim marfû'ah
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
Ayat 35
اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ
innâ ansya'nâhunna insyâ'â
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung,
Ayat 36
فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ
fa ja'alnâhunna abkârâ
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan
Ayat 37
عُرُبًا اَتْرَابًاۙ
'uruban atrâbâ
yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,
Ayat 38
لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ
li'ash-ḫâbil-yamîn
(diperuntukkan) bagi golongan kanan,
Ayat 39
ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
tsullatum minal-awwalîn
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
Ayat 40
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ
wa tsullatum minal-âkhirîn
dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian.
Ayat 41–56: Balasan bagi Golongan Kiri (Ashabul Syimal)
Ayat 41
وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ
wa ash-ḫâbusy-syimâli mâ ash-ḫâbusy-syimâl
Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Ayat 42
فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ
fî samûmiw wa ḫamîm
(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,
Ayat 43
وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ
wa dhillim miy yaḫmûm
dan naungan asap hitam
Ayat 44
لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ
lâ bâridiw wa lâ karîm
yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
Ayat 45
اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ
innahum kânû qabla dzâlika mutrafîn
Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.
Ayat 46
وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ
wa kânû yushirrûna 'alal-ḫintsil-'adhîm
Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
Ayat 47
وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
wa kânû yaqûlûna a idzâ mitnâ wa kunnâ turâbaw wa 'idhâman a innâ lamab'ûtsûn
Mereka berkata, "Apabila kami telah mati menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?
Ayat 48
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ
a wa âbâ'unal-awwalûn
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?"
Ayat 49
قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ
qul innal-awwalîna wal-âkhirîn
Katakanlah (Nabi Muhammad), "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian
Ayat 50
لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ
lamajmû'ûna ilâ mîqâti yaumim ma'lûm
benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.
Ayat 51
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤلُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ
tsumma innakum ayyuhadl-dlâllûnal-mukadzdzibûn
Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,
Ayat 52
لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ
la'âkilûna min syajarim min zaqqûm
pasti akan memakan pohon zaqum.
Ayat 53
فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ
fa mâli'ûna min-hal-buthûn
Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya.
Ayat 54
فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ
fa syâribûna 'alaihi minal-ḫamîm
Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas.
Ayat 55
فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ
fa syâribûna syurbal-hîm
Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus.
Ayat 56
هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ
hâdzâ nuzuluhum yaumad-dîn
Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan."
Ayat 57–74: Bukti Kekuasaan Allah dalam Penciptaan
Ayat 57
نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ
naḫnu khalaqnâkum falau lâ tushaddiqûn
Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?
Ayat 58
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ
a fa ra'aitum mâ tumnûn
Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?
Ayat 59
ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ
a antum takhluqûnahû am naḫnul-khâliqûn
Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?
Ayat 60
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ
naḫnu qaddarnâ bainakumul-mauta wa mâ naḫnu bimasbûqîn
Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah
Ayat 61
عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
'alâ an nubaddila amtsâlakum wa nunsyi'akum fî mâ lâ ta'lamûn
untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
Ayat 62
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ
wa laqad 'alimtumun-nasy'atal-ûlâ falau lâ tadzakkarûn
Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Ayat 63
اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ
a fa ra'aitum mâ taḫrutsûn
Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?
Ayat 64
ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ
a antum tazra'ûnahû am naḫnuz-zâri'ûn
Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?
Ayat 65
لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ
lau nasyâ'u laja'alnâhu huthâman fa dhaltum tafakkahûn
Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang,
Ayat 66
اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ
innâ lamughramûn
(sambil berkata,) "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.
Ayat 67
بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ
bal naḫnu mahrûmûn
Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun."
Ayat 68
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ
a fa ra'aitumul-mâ'alladzî tasyrabûn
Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
Ayat 69
ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
a antum anzaltumûhu minal-muzni am naḫnul-munzilûn
Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?
Ayat 70
لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ
lau nasyâ'u ja'alnâhu ujâjan falau lâ tasykurûn
Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?
Ayat 71
اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ
a fa ra'aitumun-nârallatî tûrûn
Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?
Ayat 72
ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ
a antum ansya'tum syajaratahâ am naḫnul-munsyi'ûn
Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?
Ayat 73
نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ
naḫnu ja'alnâhâ tadzkirataw wa matâ'al lil-muqwîn
Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir.
Ayat 74
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ
fa sabbiḫ bismi rabbikal-'adhîm
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.










