Ikon InternetInternet

Jenis-Jenis Error pada Website: Panduan Lengkap HTTP Status Code

Jenis-Jenis Error pada Website: Panduan Lengkap HTTP Status Code
Bagikan

Setiap website yang beroperasi di internet berkomunikasi menggunakan kode-kode standar yang disebut HTTP status code — sistem angka tiga digit yang menjadi bahasa universal antara browser dan server. Saat sesuatu berjalan mulus, kode ini bekerja di balik layar tanpa terlihat. Namun saat terjadi error, kode inilah yang pertama kali memberikan petunjuk tentang apa yang salah dan di mana letak masalahnya.

Bagi pengelola website, memahami jenis-jenis error pada website ini bukan sekadar pengetahuan teknis — melainkan kemampuan dasar untuk menjaga performa, pengalaman pengguna, dan peringkat SEO website tetap optimal.

Apa Itu HTTP Status Code?

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) status code adalah kode respons tiga digit yang dikirimkan oleh web server kepada browser setiap kali ada request yang masuk. Kode ini memberi tahu apakah suatu request berhasil diproses, dialihkan ke tempat lain, atau mengalami kegagalan.

Kode ini ditetapkan sebagai standar oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority) dan menjadi bagian dari spesifikasi HTTP yang digunakan di seluruh internet. Angka pertama dari kode tiga digit tersebut menentukan kategori responnya, sementara dua angka berikutnya menjelaskan detail spesifik dari status tersebut.​

Kategori HTTP Status Code

Kategori

Kode

Arti Umum

Informational

1xx

Server menerima request dan sedang memprosesnya

Success

2xx

Request berhasil diterima dan diproses

Redirection

3xx

Request diarahkan ke lokasi atau URL lain

Client Error

4xx

Kesalahan berasal dari sisi pengguna atau browser

Server Error

5xx

Kesalahan berasal dari sisi server

Kode 1xx — Informational

Kode 1xx bersifat sementara dan jarang terlihat langsung oleh pengguna. Kode ini menandakan server sudah menerima request awal dan sedang menunggu instruksi lebih lanjut.

Kode

Nama

Penjelasan

100

Continue

Server menerima header request dan klien boleh melanjutkan mengirim body

101

Switching Protocols

Server menyetujui permintaan klien untuk berganti protokol komunikasi

103

Early Hints

Server mengirim respons awal untuk mempercepat preloading resource

Kode 1xx tidak menunjukkan keberhasilan maupun kegagalan — hanya konfirmasi bahwa proses sedang berjalan.​

Kode 2xx — Success

Kode 2xx adalah yang paling diinginkan oleh semua pengelola website. Kode ini berarti request berhasil diterima, dipahami, dan diproses oleh server.​

Kode

Nama

Penjelasan

200

OK

Request berhasil — halaman dapat dimuat normal

201

Created

Request berhasil dan resource baru berhasil dibuat (umum di API)

202

Accepted

Request diterima namun belum selesai diproses

204

No Content

Request berhasil namun tidak ada konten yang dikembalikan

206

Partial Content

Hanya sebagian data yang dikirim, biasanya untuk fitur resume download

Kode 200 OK adalah respons ideal yang menandakan semua berjalan sempurna. Dalam konteks SEO, semua halaman penting harus mengembalikan kode 200.

Kode 3xx — Redirection

Kode 3xx menandakan bahwa konten yang diminta telah berpindah lokasi dan klien perlu melakukan tindakan tambahan. Kode ini sangat relevan untuk pengelolaan URL, migrasi website, dan strategi SEO.

Kode

Nama

Penjelasan

301

Moved Permanently

URL telah dipindahkan secara permanen ke alamat baru — SEO friendly

302

Found

Pengalihan sementara; URL lama masih aktif dan bisa digunakan kembali

303

See Other

Klien harus mengakses resource di URL lain menggunakan metode GET

304

Not Modified

Versi cache masih valid; browser tidak perlu mengunduh ulang konten

307

Temporary Redirect

Sama seperti 302, tapi metode HTTP asli dipertahankan

308

Permanent Redirect

Sama seperti 301, tapi metode HTTP asli dipertahankan

Kapan Menggunakan 301 vs 302?

Pemilihan antara redirect 301 dan 302 berdampak langsung pada SEO:​​

  • Redirect 301 (Permanen) — gunakan saat URL lama sudah tidak akan pernah digunakan lagi, seperti saat migrasi domain, mengubah struktur permalink permanen, atau menggabungkan dua halaman. Kode ini meneruskan seluruh link juice dan otoritas halaman ke URL baru.​​

  • Redirect 302 (Sementara) — gunakan saat pengalihan bersifat sementara, seperti saat halaman sedang dalam perbaikan (maintenance) atau saat melakukan A/B testing. Mesin pencari akan tetap mempertahankan peringkat halaman lama.​​

Penting: Terlalu banyak redirect berantai (redirect chain) dapat memperlambat website dan membingungkan crawler mesin pencari.​

Kode 4xx — Client Error

Kode 4xx menandakan bahwa kesalahan berasal dari sisi klien — entah karena URL salah, izin akses tidak terpenuhi, atau konten yang diminta memang tidak ada. Kode-kode inilah yang paling sering terlihat langsung oleh pengguna.

Error 400 — Bad Request

400 bad request

Error 400 Bad Request terjadi ketika server tidak bisa memproses request karena format atau sintaks permintaan tidak valid. Penyebab umumnya meliputi URL yang rusak, header request yang korup, atau data formulir yang tidak sesuai format yang diharapkan server.

Cara mengatasi:

  • Periksa URL dan pastikan tidak ada karakter yang salah atau spasi berlebih

  • Hapus cache dan cookie browser lalu coba akses kembali

  • Pastikan data yang dikirim melalui formulir sudah sesuai format yang diminta​

Error 401 — Unauthorized

401 unauthorized

Error 401 Unauthorized muncul ketika akses ke halaman memerlukan autentikasi yang belum terpenuhi. Server mengerti request-nya, tapi pengguna belum login atau token autentikasinya salah.

Penyebab umum:

  • Belum login ke akun yang diperlukan

  • Sesi login sudah kedaluwarsa

  • Token API yang digunakan salah atau sudah habis masa berlakunya

Cara mengatasi:

  • Lakukan login ulang dengan kredensial yang benar

  • Hapus cache dan cookie browser

  • Untuk developer: pastikan token atau header autentikasi yang dikirim sudah benar​

Error 403 — Forbidden

403 forbidden

Error 403 Forbidden terjadi ketika server memahami request namun menolak memprosesnya karena masalah izin (permission). Berbeda dengan 401, error ini bukan karena belum login — melainkan karena akun yang digunakan memang tidak memiliki hak akses ke halaman tersebut.

Penyebab umum:

  • Permission file atau folder di server tidak tepat (seharusnya 644 untuk file, 755 untuk direktori)

Akses ke direktori diblokir karena tidak ada file index.php atau index.html

Konfigurasi .htaccess yang memblokir akses tertentu

  • Alamat IP pengguna diblokir oleh firewall website​

Cara mengatasi:

  • Periksa dan perbaiki permission file di server melalui cPanel atau FTP

Periksa konfigurasi .htaccess untuk aturan blokir yang tidak disengaja

  • Hubungi penyedia hosting jika masalah berasal dari konfigurasi server​

Error 404 — Not Found

404 not found 2

Error 404 Not Found adalah kode error yang paling populer dan paling sering dijumpai. Muncul ketika halaman atau file yang diminta tidak tersedia di server — bisa karena dihapus, dipindahkan tanpa redirect, atau URL yang salah.

Penyebab umum:

  • Pengguna salah mengetik URL (typo)

  • Halaman sudah dihapus tanpa membuat redirect 301

  • Struktur permalink website berubah

  • File di server terhapus secara tidak sengaja​

Cara mengatasi:

  • Pastikan URL yang diakses sudah benar

  • Buat redirect 301 dari URL lama ke halaman yang relevan

  • Di WordPress: reset permalink melalui Settings → Permalinks → Save Changes

  • Pantau broken links secara rutin menggunakan Google Search Console​

Error 408 — Request Timeout

408 request timeout

Error 408 Request Timeout terjadi ketika server tidak menerima request dari klien dalam batas waktu yang ditentukan. Biasanya disebabkan oleh koneksi internet yang lambat atau tidak stabil di sisi pengguna.

Cara mengatasi:

  • Cek stabilitas koneksi internet

  • Refresh halaman dan coba akses kembali

  • Coba gunakan jaringan internet yang berbeda​

Error 410 — Gone

410 gone

Berbeda dari 404, error 410 Gone berarti halaman yang diminta sudah dihapus secara permanen dan tidak akan pernah kembali. Error ini lebih eksplisit dari 404 dan memberi sinyal tegas kepada mesin pencari untuk menghapus URL tersebut dari indeks.​

Kapan menggunakan 410:
Gunakan kode 410 ketika menghapus halaman yang tidak relevan secara permanen dan tidak ingin dialihkan ke halaman mana pun — misalnya halaman produk yang sudah ditarik dari peredaran.​

Error 429 — Too Many Requests

429 too many request

Error 429 Too Many Request muncul ketika klien mengirimkan terlalu banyak request dalam waktu singkat, melampaui batas rate limiting yang ditetapkan server.

Penyebab umum:

  • Bot atau crawler  yang terlalu agresif

  • Serangan DDoS skala kecil

  • Aplikasi yang melakukan API call  berlebihan

  • Pengguna yang me-refresh halaman terlalu cepat secara berulang

Cara mengatasi:

  • Tunggu beberapa saat sebelum mencoba kembali

  • Untuk developer: implementasikan mekanisme retry dengan exponential backoff

  • Untuk pemilik website: konfigurasi rate limiting yang wajar di server​

Kode 5xx — Server Error

Kode 5xx menandakan bahwa masalah berasal dari sisi server — bukan dari pengguna. Semua kode 5xx perlu ditangani dengan cepat karena bisa menyebabkan website tidak bisa diakses sama sekali, berdampak langsung pada traffic dan pendapatan.

Error 500 — Internal Server Error

500 internal server error

Error 500 Internal Server adalah kode server error paling umum dan paling tidak informatif — hanya memberitahu bahwa "ada yang salah di server" tanpa detail lebih lanjut.

Penyebab umum:

File .htaccess yang rusak atau salah konfigurasi

  • Plugin atau tema WordPress yang konflik atau error

  • Script PHP yang bermasalah

  • Permission file yang salah

  • Server kehabisan memori (memory limit)​

Cara mengatasi:

  • Periksa error log server di cPanel → Metrics → Errors

  • Nonaktifkan semua plugin lalu aktifkan satu per satu

Backup dan hapus file .htaccess, lalu buat ulang melalui pengaturan permalink

  • Hubungi tim support hosting jika penyebabnya tidak ditemukan​

Error 502 — Bad Gateway

502 bad gateway

Error 502 Bad Gateway terjadi ketika server bertindak sebagai gateway atau proxy dan menerima respons yang tidak valid dari server upstream. Umumnya terjadi pada website yang menggunakan beberapa layer server seperti CDN, load balancer, atau reverse proxy.

Penyebab umum:

  • Server upstream sedang down atau kelebihan beban

  • Konfigurasi proxy yang salah

  • Firewall yang memblokir komunikasi antar server

Cara mengatasi:

  • Tunggu beberapa menit dan coba refresh halaman

  • Hapus cache browser dan CDN

  • Hubungi penyedia hosting untuk memeriksa status server upstream

Error 503 — Service Unavailable

503 service unavailable

Error 503 Service Unavailable berarti server saat ini tidak dapat menangani request — biasanya karena sedang dalam proses maintenance atau mengalami overload akibat lonjakan traffic.

Perbedaan 503 vs 502:

  • Error 502 terjadi karena server upstream memberikan respons yang salah

  • Error 503 terjadi karena server utama sendiri tidak mampu melayani request

Cara mengatasi:

  • Tunggu dan coba kembali setelah beberapa saat

  • Periksa status server dan resource (CPU, RAM, disk space)

  • Untuk pengelola: aktifkan auto-scaling atau tingkatkan kapasitas server saat ada prediksi lonjakan traffic

Error 504 — Gateway Timeout

504 gateway timeout

Error 504 Gateway Timeout terjadi ketika server gateway atau proxy tidak menerima respons dari server upstream dalam batas waktu yang ditentukan. Mirip dengan 502, tapi bedanya di sini server upstream tidak merespons sama sekali — bukan memberikan respons yang salah.

Penyebab umum:

  • Server upstream mengalami overload atau lambat merespons

  • Koneksi jaringan antar server tidak stabil

  • Script yang membutuhkan waktu pemrosesan terlalu lama

  • Konfigurasi batas waktu (timeout) yang terlalu singkat

Cara mengatasi:

  • Refresh halaman dan tunggu beberapa saat

  • Periksa apakah masalah hanya terjadi pada request tertentu atau semua halaman

  • Optimalkan query database dan script yang berat

  • Hubungi penyedia hosting untuk investigasi sisi server​

Ringkasan Kode Error dan Prioritas Penanganan

Tidak semua kode error memiliki urgensi yang sama. Berikut panduan prioritas penanganan berdasarkan dampaknya:

Kode

Nama

Sumber Masalah

Prioritas

200

OK

✅ Normal

301

Moved Permanently

Konfigurasi

🔵 Rencanakan dengan baik

302

Found (Temp)

Konfigurasi

🔵 Gunakan sesekali saja

400

Bad Request

Client

🟡 Segera perbaiki

401

Unauthorized

Client/Auth

🟡 Segera perbaiki

403

Forbidden

Server/Permission

🟠 Prioritas tinggi

404

Not Found

Client/Server

🟠 Prioritas tinggi

410

Gone

Server

🟡 Bersihkan dari indeks

429

Too Many Requests

Client/Server

🟡 Monitor dan konfigurasi

500

Internal Server Error

Server

🔴 Kritis — tangani segera

502

Bad Gateway

Server

🔴 Kritis — tangani segera

503

Service Unavailable

Server

🔴 Kritis — tangani segera

504

Gateway Timeout

Server

🔴 Kritis — tangani segera

Dampak Error Website terhadap SEO

Error pada website bukan hanya mengganggu pengunjung — dampaknya pada SEO bisa bertahan lebih lama:

  • Kode 5xx — jika Google menemukan halaman yang terus mengembalikan kode 5xx, crawler akan berhenti mengindeks halaman tersebut dan peringkatnya bisa turun drastis​

  • Kode 404 berlebihan — menghabiskan crawl budget dan menyebabkan hilangnya link juice dari backlink yang mengarah ke halaman tersebut

  • Redirect berlebihan — rantai redirect yang panjang memperlambat waktu akses dan mengurangi nilai setiap tautan​

  • Kode 410 — sinyal tegas kepada Google untuk menghapus URL dari indeks, lebih efisien dibanding membiarkan halaman terus mengembalikan 404​

Cara Monitoring dan Mencegah Error Website

Tools yang Wajib Digunakan

  • Google Search Console — laporan Coverage dan Pages menampilkan semua URL yang error beserta kodenya secara otomatis

  • Screaming Frog SEO Spider — men-crawl seluruh website dan mengidentifikasi semua kode HTTP, broken links, dan redirect chain

  • Error Log Hosting — akses melalui cPanel → Metrics → Errors untuk melihat error log real-time beserta penyebab detailnya​

  • Google Analytics — pantau bounce rate per halaman; lonjakan bounce rate tiba-tiba sering menjadi indikator awal adanya error baru​

  • Uptime Monitoring Tools — gunakan layanan pemantauan uptime untuk mendapatkan notifikasi instan saat website down

Praktik Terbaik Mencegah Error

  • Audit website secara rutin — setidaknya setiap bulan, crawl seluruh website untuk mendeteksi broken links dan kode error baru​

  • Buat redirect 301 setiap mengubah URL — jangan biarkan URL lama menjadi dead end bagi pengunjung dan mesin pencari

  • Rancang halaman 404 yang informatif — sertakan navigasi alternatif, kotak pencarian, dan tautan ke halaman populer agar pengunjung tidak langsung pergi​

  • Monitor server secara proaktif — pastikan kapasitas hosting mencukupi kebutuhan traffic website, terutama saat ada promosi atau konten viral​

  • Perbarui CMS, plugin, dan tema secara berkala — versi lama sering menjadi sumber konflik yang memicu error 500​

  • Dokumentasikan setiap perubahan URL — catat semua perubahan struktur halaman untuk memudahkan pembuatan redirect di kemudian hari​

FAQ

Apa perbedaan error 4xx dan 5xx?
Error 4xx berarti masalah berasal dari sisi klien atau pengguna — seperti URL yang salah atau izin akses yang tidak terpenuhi. Error 5xx berarti masalah ada di sisi server, sehingga bahkan request yang valid pun tidak bisa diproses.

Apakah kode 200 selalu berarti tidak ada masalah?
Tidak selalu. Ada kondisi yang disebut "soft 404" — halaman mengembalikan kode 200 OK tapi isinya adalah pesan "halaman tidak ditemukan." Google mendeteksi kondisi ini dan bisa memengaruhi indeks. Pastikan halaman yang tidak ada benar-benar mengembalikan kode 404 atau 410.

Mana yang lebih baik untuk SEO: 404 atau 410?
Untuk halaman yang dihapus permanen dan tidak perlu dialihkan ke mana pun, kode 410 lebih baik karena memberi sinyal yang lebih jelas kepada Google untuk segera menghapus URL tersebut dari indeks. Namun jika ada halaman pengganti yang relevan, selalu gunakan redirect 301.​

Seberapa cepat Google merespons perbaikan error?
Bergantung pada frekuensi crawl Google terhadap website tersebut. Website dengan traffic tinggi biasanya di-crawl lebih sering, sehingga perbaikan bisa terdeteksi dalam hitungan hari. Untuk mempercepat proses, gunakan fitur Request Indexing di Google Search Console setelah melakukan perbaikan.​

Apakah error pada satu halaman bisa mempengaruhi halaman lain?
Secara langsung tidak, tapi secara tidak langsung bisa. Banyak error 4xx dan 5xx menghabiskan crawl budget, sehingga halaman lain yang seharusnya di-crawl menjadi terlewat. Selain itu, error yang sering menandakan kualitas teknis website yang buruk di mata mesin pencari.

error websiteHTTP status code404 not found500 internal server errorSEO teknisserver errorkode HTTP