Logo Kodepos.co.idKodepos.co.id

Database kode pos terlengkap untuk seluruh wilayah Indonesia.

Layanan

Pencarian Kode PosDeteksi LokasiDaftar ProvinsiBlog

Informasi

Tentang KamiRedaksiHubungi KamiFAQ

Legal

Kebijakan PrivasiSyarat & KetentuanDisclaimerPedoman Media SiberPeta Situs

Alat

Kalkulator BMI

© 2026 Kodepos.co.id

38 Provinsi · 514 Kab/Kota · 7.277 Kecamatan · 83.761 Kelurahan

Logo Kodepos.co.idKodepos.co.idBlog
Ctrl + K

Kategori

Pilih topik artikel blog

Semua artikel
Tutorial
Tutorial
Tips & Trik
Tips & Trik
Informasi
Informasi
Edukasi
Edukasi
Teknologi AI
Teknologi AI
Wisata
Wisata
Film
Film
Aplikasi
Aplikasi
Games
Games
Internet
Internet
Asuransi
Asuransi
Properti
Properti
Smartphone
Smartphone
Chord
Chord
Kesehatan
Kesehatan
Diet
Diet
Cari Artikel
BerandaBlogKalkulator BMI
Pedoman Kemenkes RI 2025

Kalkulator BMI

Hitung indeks massa tubuh, kategori berat badan, dan estimasi berat ideal berdasarkan klasifikasi Asia Pasifik.

Data tubuh

Masukkan data dasar untuk menghitung indeks massa tubuh.

Usiatahun
Tinggi Badancm
Berat Badankg

Hasil BMI

Ringkasan indeks massa tubuh berdasarkan data yang dimasukkan.

Normal
22.5
Indeks Massa Tubuh
1018.523253040
KurangNormalBB LebihObesitas IObesitas II
KategoriBerat Badan Normal
Risiko komorbidRata-rata

Selamat, berat badan berada dalam rentang normal. Pertahankan pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.

Rentang berat ideal untuk tinggi 170 cm
53.5 – 66.2 kg

Indikator tambahan obesitas sentral: lingkar pinggang > 90 cm untuk laki-laki menurut konsensus Asia Pasifik.

Apa itu BMI?

BMI (Body Mass Index) atau Indeks Massa Tubuh adalah metode standar internasional untuk menilai proporsi berat terhadap tinggi badan. Angka BMI membantu mengidentifikasi risiko kesehatan yang berkaitan dengan berat badan — mulai dari kekurangan gizi hingga obesitas yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung.

Rumus BMI

BMI = Berat Badan (kg) ÷ [Tinggi Badan (m)]²

Perhitunganmu: 65 kg ÷ (1,70 m × 1,70 m) = 22,5 → Normal

Tabel Kategori BMI Asia Pasifik (Pedoman Kemenkes RI)

Klasifikasi berat badan berdasarkan IMT untuk Asia Pasifik sesuai Tabel 3.1 PNPK Tata Laksana Obesitas Dewasa, KMK No. HK.01.07/MENKES/509/2025.

IMT (kg/m²)KlasifikasiRisiko Komorbid
< 18,5Berat Badan Kurang (Underweight)Rendah (risiko masalah klinis lain meningkat)
18,5 – 22,9NormalRata-rata
23 – 24,9Berat Badan Lebih (BB Lebih)Meningkat
25 – 29,9Obesitas ISedang
≥ 30Obesitas IIBerat

Lingkar pinggang juga dipakai sebagai indikator obesitas sentral menurut konsensus Asia Pasifik: > 90 cm untuk laki-laki dan > 80 cm untuk perempuan.

Keterbatasan BMI

  • BMI tidak membedakan massa otot dan lemak — individu berotot besar dapat ter-misdiagnosis, sehingga pengukuran lemak tubuh diperlukan sebagai alternatif skrining (PNPK Kemenkes 2025).
  • IMT optimal pada usia di atas 65 tahun normalnya sedikit lebih tinggi daripada usia yang lebih muda.
  • Untuk anak dan remaja di bawah 18 tahun, interpretasi menggunakan kurva pertumbuhan persentil sesuai usia dan jenis kelamin.
  • BMI standar tidak berlaku untuk ibu hamil.
  • Hasil kalkulator ini bersifat skrining awal, bukan diagnosis medis. Diagnosis obesitas juga mempertimbangkan stadium komplikasi (klasifikasi EDMONTON). Konsultasikan ke dokter atau ahli gizi untuk penilaian menyeluruh.

Pertanyaan Umum

Apa itu BMI (Body Mass Index)?

BMI atau Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah angka hasil pembagian berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). IMT dipakai sebagai indikator skrining untuk menilai apakah berat badan seseorang kurang, normal, lebih, atau obesitas.

Bagaimana rumus menghitung BMI?

Rumus BMI = berat badan (kg) ÷ [tinggi badan (m)]². Contoh: berat 65 kg dengan tinggi 170 cm (1,7 m) menghasilkan BMI = 65 ÷ (1,7 × 1,7) = 22,5 yang termasuk kategori normal.

Berapa BMI yang normal untuk orang Indonesia?

Menurut klasifikasi Asia Pasifik yang dipakai dalam Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Kemenkes RI (KMK No. HK.01.07/MENKES/509/2025), IMT normal berada di rentang 18,5–22,9. IMT 23–24,9 tergolong berat badan lebih, 25–29,9 Obesitas I, dan 30 ke atas Obesitas II.

Mengapa batas obesitas di Indonesia berbeda dengan standar WHO umum?

Populasi Asia memiliki risiko penyakit kardiometabolik pada IMT yang lebih rendah dibanding populasi Barat. Karena itu WHO menetapkan klasifikasi khusus Asia Pasifik — obesitas dimulai dari IMT 25 (bukan 30) — dan klasifikasi inilah yang diadopsi Kemenkes RI dalam pedoman nasional tata laksana obesitas dewasa.

Apakah BMI akurat untuk semua orang?

BMI adalah indikator skrining, bukan diagnosis. BMI tidak membedakan massa otot dan lemak sehingga dapat misdiagnosis pada individu berotot besar. IMT optimal pada usia di atas 65 tahun normalnya sedikit lebih tinggi. Untuk anak di bawah 18 tahun digunakan kurva pertumbuhan persentil, dan untuk ibu hamil BMI standar tidak berlaku. Konsultasikan ke dokter untuk penilaian menyeluruh.

Bagaimana cara menghitung berat badan ideal?

Rentang berat ideal dihitung dari rentang IMT normal Asia Pasifik: berat minimal = 18,5 × tinggi (m)², berat maksimal = 22,9 × tinggi (m)². Kalkulator di halaman ini menampilkannya secara otomatis sesuai tinggi badan yang kamu masukkan.

Selain BMI, apa indikator obesitas lainnya?

Lingkar pinggang adalah indikator obesitas sentral yang bermanfaat untuk menilai lemak perut dan risiko penyakit kardiometabolik. Menurut konsensus Asia Pasifik, lingkar pinggang lebih dari 90 cm pada laki-laki atau lebih dari 80 cm pada perempuan menandakan obesitas sentral.

Kalkulator BMI ini menggunakan rumus standar dan klasifikasi IMT Asia Pasifik sesuai Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Obesitas Dewasa — Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/509/2025. Hasil bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional.